Nafas sesak,dada terasa sakit itulah tanda apabila penyakitku tlah kambuh. Usiaku 18th,usia yg terlalu labil tuk seusiaku mengidap penyakit Kanker Hati Stadium Akhir. Sulit memang menerimanya,tp itulah kenyataan. Namun itu tidak memebuatku tuk menyerah pada penyakit ini,karna dukungan tuk sembuh selalu ada dari orang tuaku dan keluargaku.
aku selalu berusaha tuk tampil sehat seperti tak ada apa-apa dengan diriku karna aku tidak mau membuat rangga (pacarku) dan teman-temanku sedih dan merasa kasian padaku,karna aku benci dengan belas kasihan. Prinsipku "orang sakit tidak butuh belas kasihan,melainkan dukunga dan doa".
"kok ngelamun sih???"
terdengar suara yang sangat aku kenal dan mengakhiri lamunanku,yah dia Rangga.
"aku ga ngelamun kok"
aku terpaksa bohong,karna sebenarnya tadi aku memang memikirkan sesuatu.mengingat betapa menjengkelkannya Rangga di awal aku bertemu denganya,jawaban yang ketus dan selalu marah-marah.tapi semua tidak menakutkan malah sebaliknya aku geli (hihihi...).tapi siapa yang sangka dibalik tuh semua ternyata ada hati yang tulus dan penyayang.
"tapi kok diem gitu,akhir-akhir ini kamu sering melamun" jelas Rangga yang kliatannya mulai curiga dengan penyakitku.
"masa sih,cuma persaan kamu aja kali.." berusaha tuk mengilangkan kecurigan Rangga.
"maybe,wajar dong aku tanya karna ga biasanya kamu begini"
Rangga memang tidak tau apa-apa tentang penyakitku,selama 1th pacaran aku sengaja merahasiakannya dari rangga dan tman SM*SH yang lain. Sebenarnya wajar mereka curiga,karna yang mereka tau amelia itu pecicilan,bawel.periang.
"oh yah bebz,nanti malam SM*SH bakal tampil,kamu ikut yah?,soalnya kalau ada kamu aku pasti tambah semangat" rayu Rangga dengan gombalnya.
Siapa yang tidak kenal dengan boyband SM*SH yang saat ini tengah naik daun,dan banyak diperbincangkan banyak orang terutama kaum hawa dengan personil yang tampan-tampan dan keren-keren. Tapi dibalik popularitasnya tidak semudah itu dilewati dan dinikmati. Yah,namanya juga populer,baru lagi pasti ada saja yang tidak suka dengan kemunculan SM*SH,takut tersaingi atau apalah itu...,tapi LISTEN,tuh semua ga berpengaruh karna omongan-omongan yang tidak enak itulah yang membuat SM*SH termotivasi untuk terus maju,SM*SH tetap berdiri tegak dengan senyum dan harapan,karna mereka yakin kesuksesan telah menunggu didepan.
Sejenak aku terdiam dan mengingat kembali kalau nanti malam aku harus check up,tapi melihat mata Rangga aku tidak bisa bohong dan Rangga sangat berharap aku tuk ikut.
"kok diam sih??.tenang aja ami ikut kok" paksa Rangga
aku tersentak kaget dam buru-buru menjawab
"iya..iya...aku ikut,tapi bener yah Ami juga ikut??"
"iya,pasti Ami ikut kan ada Ilham"
yah Ami memang suka dengan Ilham,tpi maklum masih pada malu-malu,padahal tanpa mereka sadari kalau ke2 nya punya perasaan yang sama.
"teng..teng.." bel SMA Bintang berbunyi.
Dikelas
"Ami kamu ntar malam ikut yah?"tanyaku ke Ami
"sama anak-anak SM*SH?,ikut dong kan yang ngajak Ilham,hehe..." senyum dan tawa yang dibuat-buat menggambarkan kalau Ami seneng banged.
"kamu ikut kan?" lanjut Ami
"yah tapi ntar siang temenin aku tuk check up yah?"
"dah mulai check up lagi?" tanya Ami heran dan kasihan.
"iyah,harusnya sih ntar malam tapi aku majuin jadi siang ini"
"okeh aku temenin,kamu ga....." belum selesai Ami ngomong lanjut Amel
"aku ga apa-apa kok,tenang aja..."berusaha tuk menenangkan hati Ami dan aku tuk tidak terlalu khawatir. Ami ngerti banged kalau amel gak mau dikasihanin.
check up selesai,dirumah amel terlihat mama amel sedang menyiapkan makan siang.
"hai tante..."sapa Ami tuk mama amel sambil cium tangan yang berarti sopan.
"lho kok baru pulang?" tanya mama amel
"habis check up ma,aku terpaksa majuin jadwalnya karna SM*SH nanti malam dan Rangga berharap aku tuk datang" jawabku jelas.
"ma aku ganti baju dulu,Ami aku tinggal bentar yah"
"okeh..." jawab Ami singkat
Sambil menyiapkan makan mama amel cerita tentang penyakit amel kepada Ami,karna menurutnya Ami berhak tau.
"2 hari yang lalu penykit Amel kambuh dan dokter memvonis Amel punya kesempatan hidup sekitar 2 atau 3 bulan lagi" cerita mama amel sambil menangis. Ami tersentak kaget ,ga nyangka kalau bakal secepat ini. memang ga ada kesempatan Amel tuk sembuh,kalau pun ada itu mukjizat.
Malamnya sambil menunggu Rangga jemput,Amel bersiap-siap dan tak lupa obat penenang dan obat pengurang rasa sakit masuk dalam tas n sesekali melihat kalender
"2blan 28hri lagi" grutunya dalam hati.
"tin..tin..."suara klakson mobil Rangga.secepat kilat aku keluar, kebiasaanku klo sedang buru-buru atau tidak pasti lari.
"hei..." sapa Rangga dengan lembut
"hei juga..yang laen kemana?"
"mereka dah duluan,Ami juga"
selama diperjalanan aku tidak pernh memalingkan pandanganku dari wajah Rangga,hatiku nenggerutu "apa aku siap meninggalkan dia?,apa aku siap melihat dia sedih atas kepergianku nanti?,apa aku siap melihat air matanya yang jatuh karna aku?,dan apa aku siap menghancurkan rencana yang sudah dia buat tuk setelah lulus nanti untuk menajakku tunangan? ya Tuhan aku belum siap tuk melihat tuh semua.dan tanpa ku sadari aku menangis,Rangga menatapku heran.
"kamu nangis?" tanya Ramgga heran
"ah ga kok,aku kelilipan aja"kataku kaget n mencari alasan
"kaca nya ga dibuka bebz,jadi ga mungkin kelilipan!"
ya ampun aku baru sadar,napa aku bego bgd sih cari alasan.dan mencoba cari alasan yang lain.
"emmm...ini kelilipan bulu mata" sambil mengucek matanya
"kamu tuh ada-ada aja sih..." sambil tersenyum tipis.
aku beruntung punya pacar seperti Rangga baik,penyayang,setia,prhatian dan sabar.
"okeh,dan inilah saat yang ditunggu tunggu,langsung aja kita panggilin SM*SH" tuh lah kata kata yang dikeluarkan seorang MC yang berdiri didepan.
Ami dan Amel berdiri di barisan paling depan,penonton heboh dan mereka berdua tidak kalah heboh. Ditengah acara tiba-tiba amel merasa sesak,memegang dadanya sambil menahan rasa sakit. Ami segara menolongnya,beruntung Rangga tidak melihat,tapi Morgan melihat saat Amel kesakitan.
bersambung....
Sabtu, 16 April 2011
Kamis, 14 April 2011
Fakta Cinta Cenat Cenut
Cinta Cenat Cenut Sm*sh, Rasa “Meteor Garden”

Setelah merambah iklan, kini Sm*sh menjajal dunia akting. Akankah sesukses seperti di dunia tarik suara?
Serial drama perdana Sm*sh berjudul Cinta Cenat Cenut (3C) yang tayang mulai 18 Februari, pukul 19.15 WIB di Trans TV. Seperti diketahui, kata Cenat Cenut diambil dari lirik single Sm*sh, I Heart You .
Cinta Cenat Cenut bertutur tentang seorang siswi dari kalangan bawah, Putri (Natasha Rizky), yang menuntut ilmu di sebuah sekolah bonafid. Putri bisa bersekolah di tempat bergengsi itu karena mendapat beasiswa.
Nah, di sekolah itu lah, Smash juga menimba ilmu. Smash yang beranggotakan Raffael, Morgan, Bisma, Reza, Ilham, Dicky, dan Rangga diceritakan memiliki tali persaudaraan, dan semuanya adalah keturunan keluarga kaya raya Toro Group atau Keluarga Rusdiantoro. Orang tua mereka pula lah yang memiliki sekolah itu. Tak heran jika seisi sekolah sangat segan terhadap SmHsh.
Sementara, Putri adalah anak baru yang mencuri perhatian SmHsh, lantaran berani berkonflik dengan Raffael, tokoh paling senior di SmHsh yang dikenal sombong dan bertingkah. Raffael dan Morgan yang kalem bahkan sempat bertaruh mobil mewah untuk menaklukan Putri. Konflik awal inilah yang disodorkan di episode perdana 3C.

Karakter Mirip
Sekilas, serial drama ini memang mirip dengan Metor Garden atau Boys Before Flowers . Tapi, dengan tegas Archie Hekagery (sutradara) dan Miftah S Yahya (produser) menolak 3C disebut-sebut menjiplak serial populer itu. “Jika karakternya mirip, misalnya Putri seperti Shan Cai, Morgan seperti Hua Ze Lei dan Rafael seperti Dao Ming Shi, itu saya akui. Kami hanya meminjam karakter itu, tapi ceritanya jelas berbeda,” kata Archie yang juga menggemari drama Korea ini.
Miftah pun mengakui, sebelum membuat 3C, mereka sempat mengamati mengapa serial asal Taiwan dan Korea bisa sukses. Salah satunya lantaran karakter-karakternya. “Karakter itu lah yang bisa ‘mengikat’ penonton. ”
Secara visual, 3C dibuat lebih filmish atau “movie look” . Untuk hal ini, referensinya juga dari serial Korea. “Warnanya berbeda (dengan sinetron, Red. ). “Cling” , bersih, dan segar. Itu didapat dari make-up , pemilihan properti, set , dan wardrobe yang lebih bersih. Itu selalu kami jaga selama syuting, dan merupakan ‘gambar’ baru yang dipelopori Trans TV,” kata Miftah.
Untuk mendukung gambar “cling” itu, syuting hanya menggunakan kamera DSLR yang biasa digunakan untuk memotret. “Kamera ini sekarang lagi tren di dunia film. Sensornya juga lebih bagus,” tambah Archy yang juga menyutradarai serial Kejar Tayang dan Bioskop Indonesia di Trans TV.

Kendala Jadwal
Mengingat personel Sm*sh tak punya pengalaman berakting, maka sebelum syuting mereka menjalani pelatihan akting dan reading . Bahwa Morgan dan Raffael mendapat porsi yang besar di tahap awal 3C, kata Archie, karena mereka memenuhi kebutuhan cerita. “Ada karakter sombong, tengil, dan belagu, itu cocok buat Raffael dan yang cool dan tenang untuk Morgan. Pada dasarnya semua interest belajar akting. Dalam perkembangan cerita, personel lain akan dapat kesempatan lebih.”
Lebih lanjut Miftah menceritakan, penentuan tokoh tadi didapat berdasarkan postur, muka, dan cara berbicara para personel SmHsh. “Saat screen test , mereka berakting bebas. Akting marah, sedih, senang, dan sebagainya. Dari tahap itu kami mendapatkan karakter, bukan membuat karakter. Sebab basic mereka adalah penyanyi.”
Sejauh ini, Archie cukup puas dengan akting mereka. “Awalnya mereka canggung. Belum terbiasa dengan hal-hal yang teknis, tapi untungnya mereka sudah biasa menghadapi kamera. Akting mereka bisa dibenahi pelan-pelan,” ungkap Archie lagi.
Kendala yang dihadapi lebih ke cuaca dan jadwal. Selain syuting, Sm*sh punya kegiatan rekaman (album perdana), manggung, dan sekolah. Paling maksimal, SmHsh bisa syuting 4 kali selama seminggu. Akhir pekan dan hari libur jadi kesempatan bagus buat syuting. Untuk tahap awal, SmHsh dikontrak Trans TV untuk 13 episode.
Tetap Sekolah
Kata Dean Syahmedi , manager Sm*sh, hanya Morgan, Rafael, Bisma, dan Rangga yang punya waktu paling luang untuk syuting 3C. Sementara Ilham, Reza, dan Dicky yang masih duduk di bangku SMU, harus memprioritaskan sekolah di Bandung. Tiga nama terakhir ini kerap bolak-balik Jakarta-Bandung untuk menyelesaikan jatah syuting dan sekolah. “Saya sudah berjanji ke orang tuanya, mereka harus tetap sekolah. Jangan gara-gara syuting mereka mudah saja izin tidak sekolah. Nanti bisa terlena,” kata Dean.
Masih kata Dean, jika ingin menuruti semangat personel SmHsh, semua kesempatan yang datang sepertinya sanggup dijalani. “Anak muda, mau jalani semua pekerjaan. Mereka senang digandrungi banyak orang yang kebanyakan cewek-cewek. Karena jadwal yang padat pula, mereka sudah tidak sempat nervous lagi. Mereka ingin cepat selesai kerja, sebab di depan ada tanggung jawab lain yang harus dijalani. Sementara kami was-was jika ada yang sakit. Seperti Reza yang tengah malam pernah demam, panas tinggi banget,” papar Dean.
Selain Trans TV, sebetulnya ada rumah produksi atau label yang ingin bekerja sama dengan SmHsh, namun manajemen Starsignal cukup selektif. “Ada yang langsung menawarkan dua (mobil) Alphard, tapi kami belum mau menerima, khawatir enggak bebas.”
Sementara Trans TV dianggap mau mengakomodasi permintaan Starsignal. “Semula, Trans TV mau 3C syuting kejar tayang (stripping) , tapi karena terbentur kewajiban sekolah tadi, mereka mau menerima. Trans TV juga sangat memanjakan SmHsh. Promosinya gencar. Saya sampai terharu,” imbuh Dean.
diambil dari artikel Tabloid Nova

Setelah merambah iklan, kini Sm*sh menjajal dunia akting. Akankah sesukses seperti di dunia tarik suara?
Serial drama perdana Sm*sh berjudul Cinta Cenat Cenut (3C) yang tayang mulai 18 Februari, pukul 19.15 WIB di Trans TV. Seperti diketahui, kata Cenat Cenut diambil dari lirik single Sm*sh, I Heart You .
Cinta Cenat Cenut bertutur tentang seorang siswi dari kalangan bawah, Putri (Natasha Rizky), yang menuntut ilmu di sebuah sekolah bonafid. Putri bisa bersekolah di tempat bergengsi itu karena mendapat beasiswa.
Nah, di sekolah itu lah, Smash juga menimba ilmu. Smash yang beranggotakan Raffael, Morgan, Bisma, Reza, Ilham, Dicky, dan Rangga diceritakan memiliki tali persaudaraan, dan semuanya adalah keturunan keluarga kaya raya Toro Group atau Keluarga Rusdiantoro. Orang tua mereka pula lah yang memiliki sekolah itu. Tak heran jika seisi sekolah sangat segan terhadap SmHsh.
Sementara, Putri adalah anak baru yang mencuri perhatian SmHsh, lantaran berani berkonflik dengan Raffael, tokoh paling senior di SmHsh yang dikenal sombong dan bertingkah. Raffael dan Morgan yang kalem bahkan sempat bertaruh mobil mewah untuk menaklukan Putri. Konflik awal inilah yang disodorkan di episode perdana 3C.

Karakter Mirip
Sekilas, serial drama ini memang mirip dengan Metor Garden atau Boys Before Flowers . Tapi, dengan tegas Archie Hekagery (sutradara) dan Miftah S Yahya (produser) menolak 3C disebut-sebut menjiplak serial populer itu. “Jika karakternya mirip, misalnya Putri seperti Shan Cai, Morgan seperti Hua Ze Lei dan Rafael seperti Dao Ming Shi, itu saya akui. Kami hanya meminjam karakter itu, tapi ceritanya jelas berbeda,” kata Archie yang juga menggemari drama Korea ini.
Miftah pun mengakui, sebelum membuat 3C, mereka sempat mengamati mengapa serial asal Taiwan dan Korea bisa sukses. Salah satunya lantaran karakter-karakternya. “Karakter itu lah yang bisa ‘mengikat’ penonton. ”
Secara visual, 3C dibuat lebih filmish atau “movie look” . Untuk hal ini, referensinya juga dari serial Korea. “Warnanya berbeda (dengan sinetron, Red. ). “Cling” , bersih, dan segar. Itu didapat dari make-up , pemilihan properti, set , dan wardrobe yang lebih bersih. Itu selalu kami jaga selama syuting, dan merupakan ‘gambar’ baru yang dipelopori Trans TV,” kata Miftah.
Untuk mendukung gambar “cling” itu, syuting hanya menggunakan kamera DSLR yang biasa digunakan untuk memotret. “Kamera ini sekarang lagi tren di dunia film. Sensornya juga lebih bagus,” tambah Archy yang juga menyutradarai serial Kejar Tayang dan Bioskop Indonesia di Trans TV.

Kendala Jadwal
Mengingat personel Sm*sh tak punya pengalaman berakting, maka sebelum syuting mereka menjalani pelatihan akting dan reading . Bahwa Morgan dan Raffael mendapat porsi yang besar di tahap awal 3C, kata Archie, karena mereka memenuhi kebutuhan cerita. “Ada karakter sombong, tengil, dan belagu, itu cocok buat Raffael dan yang cool dan tenang untuk Morgan. Pada dasarnya semua interest belajar akting. Dalam perkembangan cerita, personel lain akan dapat kesempatan lebih.”
Lebih lanjut Miftah menceritakan, penentuan tokoh tadi didapat berdasarkan postur, muka, dan cara berbicara para personel SmHsh. “Saat screen test , mereka berakting bebas. Akting marah, sedih, senang, dan sebagainya. Dari tahap itu kami mendapatkan karakter, bukan membuat karakter. Sebab basic mereka adalah penyanyi.”
Sejauh ini, Archie cukup puas dengan akting mereka. “Awalnya mereka canggung. Belum terbiasa dengan hal-hal yang teknis, tapi untungnya mereka sudah biasa menghadapi kamera. Akting mereka bisa dibenahi pelan-pelan,” ungkap Archie lagi.
Kendala yang dihadapi lebih ke cuaca dan jadwal. Selain syuting, Sm*sh punya kegiatan rekaman (album perdana), manggung, dan sekolah. Paling maksimal, SmHsh bisa syuting 4 kali selama seminggu. Akhir pekan dan hari libur jadi kesempatan bagus buat syuting. Untuk tahap awal, SmHsh dikontrak Trans TV untuk 13 episode.
Tetap Sekolah
Kata Dean Syahmedi , manager Sm*sh, hanya Morgan, Rafael, Bisma, dan Rangga yang punya waktu paling luang untuk syuting 3C. Sementara Ilham, Reza, dan Dicky yang masih duduk di bangku SMU, harus memprioritaskan sekolah di Bandung. Tiga nama terakhir ini kerap bolak-balik Jakarta-Bandung untuk menyelesaikan jatah syuting dan sekolah. “Saya sudah berjanji ke orang tuanya, mereka harus tetap sekolah. Jangan gara-gara syuting mereka mudah saja izin tidak sekolah. Nanti bisa terlena,” kata Dean.
Masih kata Dean, jika ingin menuruti semangat personel SmHsh, semua kesempatan yang datang sepertinya sanggup dijalani. “Anak muda, mau jalani semua pekerjaan. Mereka senang digandrungi banyak orang yang kebanyakan cewek-cewek. Karena jadwal yang padat pula, mereka sudah tidak sempat nervous lagi. Mereka ingin cepat selesai kerja, sebab di depan ada tanggung jawab lain yang harus dijalani. Sementara kami was-was jika ada yang sakit. Seperti Reza yang tengah malam pernah demam, panas tinggi banget,” papar Dean.
Selain Trans TV, sebetulnya ada rumah produksi atau label yang ingin bekerja sama dengan SmHsh, namun manajemen Starsignal cukup selektif. “Ada yang langsung menawarkan dua (mobil) Alphard, tapi kami belum mau menerima, khawatir enggak bebas.”
Sementara Trans TV dianggap mau mengakomodasi permintaan Starsignal. “Semula, Trans TV mau 3C syuting kejar tayang (stripping) , tapi karena terbentur kewajiban sekolah tadi, mereka mau menerima. Trans TV juga sangat memanjakan SmHsh. Promosinya gencar. Saya sampai terharu,” imbuh Dean.
diambil dari artikel Tabloid Nova
Ep #9: ‘The Legacy’ (Warisan)
Sejak kedatangan si lelaki tua (ep#8), Putri baru tau kalau lelaki tua itu ternyata adalah Usman Rusdiantoro (Hengky Solaiman), kakek dari Rafael, Morgan dan Rangga. Putri sangat bingung dengan kebetulan ini dan malah marah pada kakek Usman yang tak memberi taunya sebelumnya.
Revalina dan Danar yang sama-sama menantu Usman tampak berlomba-lomba mengambil simpati dari Usman. Hal ini mereka lakukan demi mendapat keputusan Usman yang hendak memberikan jabatan komisaris Toro Grup pada salah satu cucu mereka; Rafael, Morgan dan juga Rangga.
Revalina merasa Rafael berhak atas Toro Grup karena dia adalah cucu dari anak pertama Usman, Harli Rusdiantoro yang sudah meninggal. Sedangkan Danar merasa berhak atas Toro Grup karena dia dan Morgan sama-sama laki-laki yang mampu menjalankan perusahaan kelurga mereka. Sementara itu Gilang (Verdi Solaiman), anak bungsu Usman sekaligus Papa Rangga, sudah tidak dipercaya oleh Usman dalam mengelola perusahaan keluarga mereka. Namun Rangga bersikeras pada papanya dan menginginkan papanya mendapatkan hak mereka sebagai penerus Toro Grup. Usman bingung menentukan siapa yang paling berhak.
Bisma, Ilham, Reza dan Dicky ikut prihatin tentang perebutan warisan dari keluarga Usman Rusdiantoro. Mereka merasa bersyukur kalau kakek mereka yang sudah meninggal membagikan warisan perusahaan mereka secara merata.
Putri yang kecewa dengan keluarga Rusdiantoro kesal sendiri karena merasa selalu terlibat masalah dalam kelurga mereka. Tapi tIba-tiba Bisma mengajak Putri untuk jalan-jalan alias ngedate. Putri langsung saja menolaknya. Namun apa maksud Bisma melakukan hal ini? Dan bagaimana jika Rafael tau kalau Bisma mengajak Putri ngedate?
Mulai tayang Jumat 15 April 2011, pkl 20.00 WIB hanya di Trans TV
Ep #8: ‘The Old Man’ (Lelaki Tua)
Tayang: Jumat 8 April 2011, pkl 19.30 WIB
Putri bahkan anak-anak SMASH terkejut dengan keputusan Revalina yang mengumumkan pertunangan Rafael dan Gladis. Seketika itu juga Putri langsung pergi dari pesta ulang tahun itu. Rafal langsung mengejarnya. Rafael pun mencoba menjelaskan kalau dia tak tau apa-apa soal pertunangan itu. Tetapi Putri menolak penjelasan Rafael dan meninggalkannya. Saat Rafael hendak mengejar Putri, Gladis memanggilnya dan meyakinkan Rafael untuk memberi Putri waktu untuk menenangkan diri. Saat Rafael pergi, Rangga menghampiri Gladis dan menanyakan soal keterlibatan Gladis dalam rencana pertunangan tersebut. Namun Gladis tak mengakuinya di depan Rangga.
Sementara itu Rafael meminta mamanya untuk membatalkan pertunangannya dengan Gladis. Tapi Revalina tetap pada keputusannya. Bagi Revalina, Rafael sudah harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin, baik di keluarga maupun di perusahaan Toro Grup. Revalina begitu yakin kalau Rafael kelak akan memimpin perusahaan itu. Mendengar alasan ini, Rafael pun tak berani kerkilah lagi.
Putri yang di rumah tampak sedih membuat Ayah dan Ibunya khawatir. Ayah Putri menduga kalau Putri sedih karena Rafael. Ayah Putri pun ingin memberi perhitungan dengan Rafael. Namun Ibu Putri melarang Ayah Putri untuk melakukan hal itu. Putri pun tak berani menceritakan hal yang sebenarnya sehingga ia tak bicara apa-apa soal apa yang membuatnya sedih.
Berita pertunangan Rafael dan Gladis menghebohkan seluruh SMU Harapan. Guntur dan Zee yang mendengarnya terkejut. Zee langsung meminta konfirmasi berita itu pada Gladis langsung. Zee kecewa terhadap Gladis yang tidak memberi tahu dan tidak mengundangnya. Tapi Gladis bilang kalau pertunangan itu bukan dia yang mengadakan, tetapi mama Rafael sendiri. Zee agak kesal pada Gladis, tapi 2 temannya malah memberi selamat pada Gladis.
Gladis lalu menemui Putri dan pura-pura minta maaf padanya soal ketidak tahuannya tentang Rencana pertunangan itu. Putri tampak tak mempermasalahkan hal itu, namun saat ia sendiri, Putri malah menangis sedih. Morgan yang melihat Putri menangis memberinya sapu tangan. Morgan heran melihat Putri. Setau Morgan dulu dia begitu kuat dan tangguh. Tapi kali ini ia begitu lemah karena cinta. Putri sendiri bingung kenapa dia bisa jadi cengeng karena cinta. Putri bahkan membayangkan kalau saja Morgan yang menjadi pacarnya mungkin dia ngga akan merasa sakit seperti saat itu. Putri lalu menangis di pelukan Morgan. Morgan hendak membalas pelukan Putri, tapi ia mencoba menahan keinginan itu.
Rafael lalu mencoba bicara lagi pada Putri. Ia memohon untuk diberi kesempatan agar ia bisa meyakinkan mamanya untuk membatalkan pertunangan itu. Gladis yang mendengar hal ini langsung panik. Ia pun mengadu kepada Revalina. Di depan Revalina, Gladis memutarbalikan fakta soal hubungan Rafael dan Putri. Ia pun memfitnah Putri yang telah merebut Rafael darinya. Kontan Revalina marah dan berniat menemui Putri. Putri yang sedang diantar ayahnya pun dicegat oleh Revalina. Di sini Revalina meminta Putri untuk menjauhi Rafael kalau tidak, ia akan menghancurkan keluarganya. Ayah Putri pun tak terima dengan ancaman itu. Begitu juga dengan Putri. Dengan berani Putri bilang kalau Revalina boleh saja memintanya menjauhi Rafael, tapi tidak perlu mengancam keluarganya.
Putri cerita semua tentang ancaman Revalina pada Guntur dan memutuskan untuk menjauhi Rafael. Begitu melihat anak-anak SMASH datang, Putri langsung saja menghindar karena ada Rafael. Guntur yang hendak menghindar juga, tak berhasil lolos dari SMASH. Anak-anak SMASH pun memaksa Guntur memberi tau apa yang terjadi pada Putri. Guntur terpaksa bilang soal Mama Rafael yang menemui Putri. Rafael langsung kesal dan berniat menemui mamanya.
Melihat keadaan Putri yang akhir-akhir ini tampak sedih, Ayah Putri lalu mengajak Putri memancing untuk refreshing. Di tempat pemancingan, mereka memancing bersama seorang kakek-kakek (Hengky Solaiman) yang tertidur saat sedang memancing. Putri dan Ayahnya sempat bergurau mengomentari kakek itu. Namun tiba-tiba kakek itu terbangun karena kaget melihat umpannya dimakan ikan. Kakek itu berusaha menarik kailnya, namun ia malah terjebur ke kolam. Putri dan ayahnya kaget. Putri pun berusaha menolong kakek itu. Saat kakek itu disadarkan ditepi kolam, kakek itu sempat terbangun dan meanggil Putri dengan sebutan “Princess” sebelum akhirnya pingsan lagi.
Kakek itu lalu beristirahat di tempat tinggal Hasan (Julian Kunto), seorang lelaki yang mengaku sebagai anak kakek tersebut. Putri berjanji akan datang lagi untuk menjenguk si kakek sekaligus mengembalikan pakaian kering Hasan yang dipinjam Putri. Hasan pun dengan senang hati mempersilakannya karena menurut Hasan, ayahnya pasti sangat senang bisa bertemu penolongnya. Sementara itu, Rafael marah pada mamanya yang sudah menemui Putri dan mengancamnya. Rafael bahkan mengancam kalau sampai mamanya menghalangi hubungannya dengan Putri, ia tak akan segan berbuat yang lebih nekat. Mendengar hal ini Revalina tampak begitu marah.
Gladis senang saat mendapat telfon dari Rafael. Namun ternyata Rafael menanyai soal apa yang dikatakannya sampai-sampai Mama Rafael mendatangi Putri dan mengancamnya. Gladis berkilah kalau dia tidak bilang apa-apa. Namuan Rangga menangkap glagat Gladis yang sedang berbohong. Rangga pun meminta Gladis untuk jujur padanya karena ia tak ingin Gladis berbuat nekat hanya untuk mendapatkan Rafael kembali. Tapi Gladis malah kesal pada Rangga.
Gladis lalu menemui Morgan untuk memastikan kalau Morgan tidak memberi tau Rafael soal keterlibatannya dalam rencana pertunangan malam itu. Morgan hanya bilang kalau dia tidak setuju dengan cara Gladis yang membuat Rafael menderita. Gladis jadi heran apa yang membuat Morgan begitu peduli pada Rafael. Ternyata Gladis akhirnya tau kalau Morgan bukan peduli pada Rafael, melainkan Putri. Gladis langsung mengambil kesempatan ini untuk membujuk Morgan agar mendekati dan mendapatkan Putri. Dengan begitu Rafael akan tetap menjadi miliknya. Morgan pun bingung. Ia lalu bercerita pada Mamanya soal kesempatannya untuk mendapatkan Putri. Morgan merasa takut kalau dia tak bisa mendapatkan hati Putri. Tak disangka, mama Morgan yang selama ini diam, tiba-tiba bicara dan hanya bilang pada Morgan; “Kejar Dia”
Putri mampir ke pemancingan untuk melihat keadaan kakek yang ditolongnya. Kakek itu terkejut dan tak menyangka kalau orang yang menolongnya adalah seorang gadis cantik. Melihat kakek itu hendak pergi memancing lagi Putri jadi khawatir kalau kakek itu jatuh lagi ke kolam. Kakek itu lalu mengajak Putri untuk ikut memancing dengannya supaya Putri tak khawatir lagi. Putri sangat menikmati saat-saat memancing bersama kakek. Rasanya beban masalahnya selama ini bisa hilang begitu saja. Kakek itu penasaran dengan masalah Putri. Akhirnya Putri pun menceritakan semua masalah cintanya. Kakek itu lalu memberi nasihat untuk Putri:
Kakek: Walau fisik kakek keliatanya sudah mulai menua, tapi mata kakek tidak. Dan kakek juga bisa melihat dari mata kamu. Satu hal yang kakek lihat, semangat.
Saat kembali ke sekolah, semua murid dihebohkan dengan kabar pengumuman yang menyatakan kalau beasiswa Putri dicabut. Putri yang mengetahui hal ini sangat kesal sekaligus sedih. Baginya, orang yang punya kuasa begitu gampangnya bertindak seenaknya mencabut beasiswa. Sedangkan dia selama ini berjuang mati-matian untuk mendapatkan beasiswa itu tak bisa berbuat apa-apa. Morgan yang kasian melihat Putri akhirnya menawarkan diri untuk mengantar Putri pulang. Namun Putri tak mau pulang dan meminta Morgan mengantarnya ke pemancingan karena tempat itulah yang akhir-akhir ini membuatnya tenang.
Sementara itu Rafael yang mengetahui beasiswa Putri dicabut langsung menemui mamanya dan protes. Namun saat keduanya sedang bersitegang, Revalina mendapat telfon penting yang mengharuskan Rafael, Morgan dan Rangga datang ke rumah Morgan. Morgan yang dalam perjalanan mengantar Putri lalu mengajak Putri ikut karena mungkin saja permasalahan pencabutan beasiswa Putri bisa diatasi.
Saat sampai rumah Morgan, Putri terkejut melihat Revalina, Rangga dan Rafael juga ada di sana. Revalina sempat memarahi Morgan yang membawa Putri ke rumahnya. Rafael membela Putri. Namun keributan itu berhenti saat tiba-tiba kakek yang selama ini ditemui Putri muncul bersama dengan Mama Morgan. Rafael, Rangga dan Morgan bahkan terkejut sambil memanggil kakek itu dengan sebutan ‘kakek’. Semua tampak tertegun.
Ep #7: ‘The ‘Planning’ (Rencana)
Putri shock melihat Rafael berciuman dengan Gladis. Ia langsung membuang gelang pasangannya yang baru saja dipungutnya karena terjatuh dari tangannya. Melihat Putri, Rafael langsung meninggalkan Gladis dan mengejar Putri. Rafael sempat mengambil gelang yang dibuang oleh Putri. Rafael akhirnya berhasil menyusul Putri. Putri begitu marah hingga menampar Rafael. Ia tak menyangka bahwa ternyata pacar Gladis yang dimaksud selama ini adalah Rafael. Putri kesal karena merasa dipermainkan Rafael berkali-kali. Ia pun meminta Rafael untuk tidak mendekatinya lagi.
Gladis juga merasa sakit hati karena diputus Rafael. Rangga lalu menceritakan tentang hubungan Putri dan Rafael. Rangga meminta Gladis untuk melupakan Rafael saja karena Rafael tidak mungkin berpaling dari Putri. Rangga juga bilang kalau dia masih ada untuk Gladis. Gladis tampaknya masih belum menerima kenyataan bahwa Rafael sudah berpindah hati pada Putri.
Morgan yang mengetahui Putri merasakan sakit hati akhirnya datang ke Rafael dan memperingati Rafael kalau sampai Rafael menyakiti Putri lagi, dia akan mengambil kesempatan itu untuk merebut hati Putri darinya. Rafael marah pada Morgan. Kalau memang Morgan ingin merebut Putri darinya, kenapa Morgan mau membantunya untuk jadian dengan Putri?! Morgan akhirnya mengaku kalau dia menyukai Putri namun Putri lebih menyukai Rafael. Morgan hanya ingin melihat Putri bahagia dengan orang yang disukainya. Jadi kalau sampai Rafael menyakiti Putri lagi, Morgan akan merebut Putri. Anak-anak SMASH kaget mendengarnya. Rafael pun menganggap kata-kata Morgan sebagai ancaman.
Rafael lalu datang ke rumah Putri untuk minta maaf. Tapi Putri tak mau menemuinya. Apalagi saat Ayah Putri tau kalau Rafael sudah menyakiti hati Putri. Ayah Putri pun langsung mengusir Rafael. Rafael hendak menyerah begitu saja, tapi mengingat ancaman Morgan yang hendak merebut Putri darinya, Rafael memutuskan untuk menunggu Putri keluar walau hujan turun dengan derasnya. Melihat Rafael yang kehujanan di luar, Ibu Putri membujuk Putri untuk menemui Rafael. Ayah Putri pun akhirnya luluh juga dan meminta Putri menemui Rafael. Akhirnya Putri pun mau menemui Rafael. Namun Putri tetap tak mau semudah itu memaafkan Rafael. Rafael akhrinya pulang dengan perasaan kecewa.
Saat pulang ke rumah, Rafael kaget melihat mamanya Revalina sudah ada di rumah. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat Gladis juga ada di sana. Revalina dan Gladis tampak begitu dekat. Bahkan Revalina masih menganggap Gladis dan Rafael adalah pasangan kekasih. Revalina bilang pada Rafael kalau dia akan merayakan ulang tahunnya di Jakarta. Setelah Revalina pergi, Gladis minta maaf pada Rafael karena belum bisa bicara pada Revalina soal hubungan mereka yang sudah berakhir. Ia berjanji akan bicara pada Revalina suatu saat nanti. Gladis juga minta maaf karena telah menciumnya. Ia lalu berjanji pada Rafael kalau dia akan bicara pada Putri agar hubungan Rafael dan Putri membaik.
Gladis akhirnya menemui Putri dan minta maaf karena ketidaktahuannya soal hubungan Putri dengan Rafael. Putri sendiri merasa tak enak karena dia sendiri juga tak tau menahu kalau sebenarnya Gladis dan Rafael pernah berpacaran. Tapi Gladis yang paling merasa bersalah karena hadir di saat Putrid an Rafael sedang bersama. Gladis lalu meminta Putri untuk bicara pada Rafael agar hubungan mereka kembali membaik. Awalnya Putri enggan, namun saat mendengar Rafael sedang demam, akhirnya Putri mau ikut dengan Gladis.
Rafael yang sedang sakit, dijenguk oleh anak-anak SMASH beserta managernya. Tiba-tiba Gladis dan Putri datang. Gladis memaksa Putri untuk bicara kalau sebenarnya Putri masih sayang sama Rafael. Putri pun terlihat malu-malu. Anak-anak SMASH pun mendukung mereka untuk baikan lagi. Putri dan Rafael kembali bersama. Namun Morgan tampak tak suka dengan keadaan disitu. Ia agak curiga dengan gelagat Gladis yang sangat baik dengan Putri.
Anak-anak SMASH berkumpul dan membicarakan soal pesta ulang tahun Revalina. Mereka berharap Putri bisa hadir saat ulang tahun Revalina agar Rafael bisa memperkenalkannya pada mamanya. Namun Morgan berpendapat lain. Dia merasa kalau Putri ngga akan nyaman ada di pesta itu. Tiba-tiba Gladis yang ada di sana menawarkan bantuannya untuk mendandani Putri agar bisa datang ke pesta ultah Revalina. Rafael pun sangat berterima kasih padanya.
Gladis akhirnya menemui Putrid an mengajaknya ikut ke pesta ulang tahun mamanya Rafael. Namun Putri ragu karena dia merasa tidak pantas datang ke pesta itu. Gladis memaksa Putrid an meyakinkan kalau dia akan baik-baik saja jika berada di pesta itu.
Saat datang ke pesta, tiba-tiba Gladis meninggalkan Putri begitu lama di teras. Putri yang datang tanpa undangan hampir diusir dari pesta tersebut. Untung ada Morgan yang datang dan membawa Putri untuk masuk ke dalam pesta. Gladis akhirnya minta maaf pada Putri karena telah meninggalkannya begitu lama. Mendengar hal ini, Morgan akhirnya minta bicara empat mata dengan Gladis. Morgan bertanya soal apa rencana Gladis. Gladis pun bingung menjawabnya. Morgan bilang dia tau kalau Gladis merencakan sesuatu dibalik kebaikannya terhadap Putri. Gladis tetap mengelak sampai akhirnya Morgan terus mendesaknya. Gladis akhirnya mengakui kalau dia tak pernah rela Rafael jadian sama Putri. Bagi Gladis Putri bukan tandingannya dan dia tidak sebanding dengannya.
Gladis: Gue bersumpah! Gue bakal ngerebut Rafael lagi dari Putri. Gimana pun caranya!
Mendengar hal ini Morgan terkejut. Apalagi kata-kata Gladis langsung terbukti ketika Revalina mengumumkan kalau malam itu juga, Revalina hendak meresmikan pertunangan Rafael dengan Gladis.
Ep #6: ‘The Ex’ (Sang Mantan)
Tayang: Jumat 25 Maret 2011, pkl 19.30 wib
Kedatangan Gladis kembali ke Jakarta membuat Rafael dan anak-anak SMASH terkejut. Lebih-lebih mengetahui kalau Gladis masih menganggap Rafael sebagai pacarnya. Padahal Rafael sudah lama melupakan hubungannya dengan Gladis sejak mereka lost contact selama hampir 2 tahun. Putri yang dalam perjalanan menuju tempat Rafael berada tiba-tib a dicegat oleh Morgan. Morgan malah mengajaknya ngobrol untuk mencegah Putri masuk ke dalam cafe tempat Rafael berada. Morgan lalu mengirim pesan pada Rafael agar berbohong kalau Mamanya menyuruhnya pulang. Gladis kecewa karena malam itu ia hanya bertemu Rafael sebentar. Rafael akhirnya mengantar Putri pulang.
Keesokan harinya, Putri membuat gelang pasangan yang akan diberikannya kepada Rafael. Melihat gelang itu, Ibu Putri lalu penasaran mau diberi ke siapa gelang itu. Putri lalu memberi tahu ibunya kalau gelang itu akan diberikan pada Rafael karena mereka sudah jadian. Ibu Putri terkejut senang mendengarnya. Hal ini juga di dengar oleh Ayah Putri. Ayah putri pun penasaran dengan yang namanya Rafael karena dia belum pernah ketemu. Begitu Putri cerita soal Rafael, Ayah Putri kaget mengingat Rafael dulu pernah melempar kepalanya dengan kaleng bekas minuman (episode #1). Ayah Putri kontan menentang hubungan Putri dan Rafael. Bahkan ia berencana memberi pelajaran jika bertemu dengan Rafael. Putri panik. Apalagi pagi itu Rafael hendak menjemput Putri ke rumahnya. Ibu Putri lalu membantu Putri agar bisa berangkat sekolah tanpa ayahnya dengan menyembunyikan kunci motor ayahnya. Karena merasa kelamaan mencari kunci, akhirnya Putri pergi duluan dan mencegat Rafael di jalan.
Sampai sekolah, Rafael panik karena melihat Gladis yang kembali ke SMU Harapan. Ia menurunkan Putri cepat-cepat sebelum ketauan oleh Gladis. Putri pun turun tanpa menaruh curiga apa pun. Saat istirahat, Gladis menghampiri Rafael untuk mengajaknya makan siang bersama. Namun Rafael enggan dan malah meminta Rangga menemani Gladis. Rangga mau-mau saja, tapi kali ini Gladis yang enggan dan memutuskan untuk pergi saja.
Tak sengaja Putri yang bersimpangan dengan Gladis menemukan sebuah kalung yang diyakini milik Gladis. Gladis bersyukur kalungnya yang jatuh ditemukan oleh Putri karena kalau hilang bisa gawat.
Gladis: Kalung ini tuh dari pacar gue. Kalau ilang kan sayang banget!Putri: Iya dong, kalau dari pacar itu harus dijaga baik-baik. Kan sayang kalau sampai ilang.Gladis: Pastinya!
Gladis berterima kasih pada Putri lalu pergi. Putri merasa tak pernah melihat Gladis dan menyangka kalau Gladis adalah anak baru di sekolahnya.
Putri mengajak Rafael untuk makan siang bersama di taman dengan bekal yang dibawa Putri. Namun saat Rafael hendak menyuapi Putri, ia melihat Gladis bersama Zee. Spontan Rafael lalu mengajak Putri untuk makan siang di dalam gedung sekolah. Sekilas Gladis melihat Rafael bersama seorang cewek. Tapi Zee tak yakin karena Rafael tak mungkin bersama cewek lain. Rafael lalu mengajak Putri makan di bawah tangga dimana disitu tak seorang pun bisa melihat mereka. Putri lalu memberi Rafael gelang pasangan yang dibuatnya. Rafael senang dengan gelang itu dan mereka pun memakainya. Sementara itu, Gladis terus mencari Rafael. Ia heran dan mulai curiga dengan sikap Rafael yang terkesan menghindar darinya. Anak-anak SMASH yang ditanyai hal ini berusaha melindungi Rafael. Gladis pun tak menyerah mencari Rafael. Hingga pada saat Rafael berpisah dengan Putri, tepat pada saat itu Gladis menemukan Rafael. Rafael kepergok habis makan, melihat sebutir nasi tersisa di mulut Rafael. Gladis kecewa karena sebelumnya Gladis sudah mengajak Rafael duluan. Rafael pun bingung menjawabnya. Untungnya ia terselamatkan oleh bunyi Bell sekolah.
Gladis merasa bete mendengar cerita Zee yang membual soal Rafael. Saat melihat Putri, Gladis punya ide untuk menghampirinya. Gladis lalu minta tolong pada Putri untuk mau pulang bersamanya agar ia bisa menghindar dari Zee. Gladis lalu mengajak Putri untuk makan siang bersama sebagai tanda perkenalan mereka. Putri pun mau.
Saat makan siang, Rafael menelfon Putri. Rafael kesal karena Putri pulang sekolah tidak izin ke Rafael. Ia pun berniat menjemput Putri ke tempat dimana Putri dan Gladis makan siang. Saat sampai di sana, Rafael mendapat telfon dari Gladis yang meminta Rafael untuk datang ke tempat makan siangnya. Ternyata tempat itu sama dengan tempat di mana Putri berada. Rafael pun mulai waspada dan mencoba mengintip sebelum masuk. Rafael kaget melihat kalau ternyata Putri dan Gladis ada di satu meja yang sama. Demi menghindari keduanya, Rafael membatalkan janjinya untuk menjemput Putri.
Rafael yang panik lalu cerita pada anak-anak SMASH. Anak-anak SMASH menyarankan agar Rafael cepat-cepat menentukan siapa yang harus dipilihnya. Bahkan Morgan meminta Rafael untuk bisa tegas pada dirinya sendiri. Akhirnya Rafael memutuskan untuk bicara pada Gladis. Awalnya Rafael menanyai alasan Gladis tak menghubunginya selama hampir 2 tahun. Gladis beralasan karena ia sibuk dengan sekolahnya. Rafael tak terima dengan alasan itu. Baginya komunikasi bukan menjadi halangan. Namun Rafael malah bersyukur karena dengan begitu dengan mudah ia bisa melupakan Gladis. Sudah lama ia menganggap hubungannya dengan Gladis berakhir dan berharap Gladis mau menerimanya.
Di lain tempat, Putri yang baru datang ke sekolah melihat gelangnya terlepas dari tangannya. Putri memungutnya dan memasangnya kembali sambil berjalan menuju sekolah. Sementara itu Gladis terkejut dengan keputusan Rafael. Ia curiga adanya perempuan lain dalam hidup Rafael. Rafael tak menjawabnya dan tetap pada keputusannya. Gladis akhirnya meminta Rafael menciumnya untuk yang terakhir kalinya. Rafael tak mau. Tiba-tiba Gladis menarik tangan Rafael dan mencium Rafael. Tepat pada saat itu Putri kebetulan lewat dan melihat Rafael dan Gladis berciuman.
Ep #5: ‘Revenge’ (Pembalasan)
Tayang: Jumat, 18 Maret 2011, pkl 19.30 wib
Mendengar pernyataan cinta Rafael, Putri jadi bimbang. Ia trauma karena Rafael pernah mempermainkannya dulu. Untuk itu Putri akhirnya menolak Rafael di depan umum sebagai pembalasannya. Rafael sangat kecewa dan malu. Anak-anak SMASH menguatkan hati Rafael. Bahkan Zee mencoba membujuk Rafael dengan mengatakan kalau Putri memang tidak pantas untuknya. Namun kali ini Rafael diam saja dan tak bisa berkata apa-apa.
Sementara itu, Putri merasa bersalah karena sudah berbohong pada dirinya sendiri. Ia merasa sedih dan menyesal karena telah menolak Rafael. Namun saat Guntur menanyai keadaan Putri, ia malah bersikap biasa-biasa saja. Bahkan dia mengaku kalau merasa puas telah mempermalukan Rafael di depan umum. Tapi kenyataannya perasaan Putri tidak begitu baik. Ia bahkan terus-terusan memikirkan Rafael. Entah di rumah maupun di sekolah. Bahkan saat pelajaran berlangsung, Putri sampai tidak konsentrasi dalam pelajaran hanya karena larut dalam kesedihan dan penyesalannya. Guntur yang memperhatikan ini pun merasa cemas.
Saat Putri bertemu Rafael, Putri pun menghindar. Rafael tampak sedih. Anak-anak SMASH mencoba menghibur Rafael dengan bilang kalau Rafael tak perlu sedih karena dia bisa menemukan cewek lain yang Rafael mau. Namun Rangga berpendapat lain. Dia berpendapat kalau Rafael harus mengejar Putri karena hanya Putri yang bisa membuat Rafael jatuh cinta seperti saat itu.
Zee yang tak menyukai Putri seolah mencari-cari kesalahan Putri. Dia menganggap Putri sok kecantikan karena sudah menolak Rafael. Putri tak terima dan mereka pun beradu mulut hingga Zee emosi dan mendorong Putri sampai jatuh. Untung saja Morgan datang untuk menolong Putri. Morgan menira kalau Putri masih marah pada SMASH sehingga ia berniat meninggalkan Putri sendiri. Namun Putri tak keberatan jika Morgan bicara padanya. Dia tidak marah terhadap SMASH. Bahkan dia merasa kasihan terhadap Rafael yang ditolaknya di depan umum. Morgan lalu bertanya apa Putri menyesal menolak Rafael. Putri langsung mengelak. Morgan bertanya untuk yang kedua kalinya, dan Putri tetap menyangkal dengan salah tingkah. Di sini Morgan mulai curiga bahwa sebenarnya Putri memang menyesal telah menolak Rafael.
Sementara itu, Rangga mendapat telfon dari sahabatnya Gladis (Eriska Reinisa) yang selama ini sekolah di London. Gladis memberi tahu Rangga kalau sebentar lagi dia akan menyelesaikan program pertukaran pelajarnya dan kembali ke Jakarta. Mendengar hal ini Rangga begitu semangat dan berencana menjemput Gladis jika Gladis sudah sampai di Jakarta.
Guntur akhirnya memutuskan untuk mengadukan kesedihan Putri pada Rafael. Menurut pendapat Guntur, Putri menyesal telah menolak Rafael. Mendengar ini Rafael merasa agak terhibur namun ia masih pesimis Putri mau menerima cintanya. Guntur lalu menawari bantuan dengan syarat tertentu. Ternyata Guntur minta agar bisa ikut sesi pemotretan bersama SMASH. Rafael menuruti syarat Guntur walau dari pihak SMASH yang lainnya agak kesal karena Guntur cuma bisa mengganggu sesi pemotretan mereka.
Saat Guntur hendak membujuk Putri, Morgan menelfon Putri dan mengajak Putri untuk pulang sekolah bersama. Hal ini membuat rencana Guntur mempertemukan Rafael dengan Putri gagal. Rafael yang sudah menunggu Guntur terlalu lama akhirnya malah marah-marah pada Guntur. Guntur pun mengadu kalau rencananya gagal karena Morgan mengajak Putri pulang bareng. Mendengar hal ini, Rafael kembali kecewa. Ia merasa tak punya harapan lagi karena mengira Putri lebih menyukai Morgan dari pada dia.
Saat manggung bersama anak-anak SMASH, konsentrasi Rafael terganggu karena memikirkan Putri. Melihat ini Morgan menjadi penasaran. Ia pun menemui Rafael dan bicara padanya. Morgan lalu memergoki Rafael yang sedang membaca buku The Old Man and The Sea, buku Putri yang pernah dibuangnya dan dipungutnya kembali. Di sini Rafael bilang ke Morgan kalau dia sudah memutuskan untuk melupakan Putri dan mempersilakan Morgan mendekati Putri. Morgan hanya menjawab: “Oya? Wow!”
Hari berikutnya Morgan mengajak Putri untuk berkencan dan memberi Putri gaun yang indah agar dipakainya saat berkencan. Namun saat Putri datang ke tempat yang dijanjikan Morgan, ternyata yang ditemuinya adalah Rafael. Rafael juga bingung karena ternyata Morgan juga menyuruhnya ke restauran itu. Rafael lalu menelfon Morgan. Morgan mengaku kalau dia tidak menahu kenapa Putri ada di sana. Rafael makin bingung. Akhirnya Morgan mengaku bahwa ternyata pertemuan Putri dan Rafael di restauran itu adalah rencananya. Morgan meminta Rafael untuk menanyakan perasaan Putri kembali karena Morgan yakin bahwa sebenarnya Putri juga menyukai Rafael. Rafael terkejut. Saat Putri hendak pulang, tak sengaja Putri melihat buku The Old Man and The Sea yang pernah dibuangnya. Rafael akhirnya mengaku kalau buku itu ia pungut kembali. Sama seperti perasaannya yang dulu telah membuang Putri layaknya sampah. Dan kini ia memungutInya kembali karena merasa kehilangan sesuatu yang berharga pada dirinya. Sekali lagi Rafal menyatakan cintanya pada Putri dan berniat menjadi pacar Putri dalam arti yang sesungguhnya. Putri yang terharu akhirnya tersentuh juga dan ia pun menerima Rafael.
Bersamaan dengan itu, Rangga meminta anak-anak SMASH berkumpul. Rafael yang baru jadian dengan Putri mengajak Putri menemui anak-anak SMASH sekalian mengumumkan hari jadi mereka. Saat sampai di tempat tujuan, Putri yang HPnya ketinggalan di mobil meminta Rafael pergi duluan sementara dia mengambil HP. Saat Rafael menemui anak-anak SMASH, ia begitu terkejut melihat keberadaan Gladis diantara mereka. Gladis yang senang bertemu Rafael kembali langsung memeluknya dan berkata:
Gladis: Pacarku, aku kangen banget sama kamu!
Langganan:
Postingan (Atom)